Pengetahuan dasar tentang belitan motor: jarak kutub, jarak kutub, koefisien belitan
1. Sudut mekanik dan sudut listrik
Ketika belitan motor didistribusikan dalam slot inti, belitan tersebut harus tertanam dan dihubungkan menurut aturan tertentu untuk menghasilkan arus bolak-balik sinusoidal simetris atau menghasilkan medan magnet yang berputar. Selain dikaitkan dengan beberapa parameter lain, kita juga perlu menggunakan konsep biaya listrik untuk mencerminkan hukum posisi relatif antara masing-masing kumparan dan belitan. Dari ilmu mekanika kita mengetahui bahwa sebuah lingkaran dapat dibagi menjadi 360 derajat, dan 360 derajat inilah yang biasa kita sebut dengan sudut mekanik. Dalam teknik elektro, satuan sudut untuk mengukur hubungan elektromagnetik disebut sudut listrik, yang membagi setiap siklus arus bolak-balik sinusoidal menjadi 360 derajat pada sumbu horizontal, yaitu ketika ruang penghantar melewati sepasang kutub magnet, maka sudut elektromagnetik adalah berubah 360 derajat. Oleh karena itu, hubungan sudut listrik dan sudut mekanik pada motor adalah: sudut listrik=nomor pasangan kutub xP x360 derajat . Misalnya untuk motor dua kutub, jumlah pasangan kutub p=1, dan sudut listrik sama dengan sudut mekanik. Untuk motor empat kutub, p=2, dan terdapat dua pasang kutub dalam satu keliling motor, dan sudut listrik yang bersesuaian adalah 2×360 derajat =720 derajat . Dan sebagainya.
2. Nada tiang (τ)
Jarak kutub belitan mengacu pada jarak antara masing-masing kutub pada permukaan keliling inti. Biasanya mengacu pada jarak slot antara pusat dua kutub inti motor yang berdekatan. Inti stator dihitung berdasarkan jarak slot permukaan celah udara lingkaran dalam; rotor dihitung dengan jarak slot permukaan celah udara lingkaran luar inti. Biasanya, ada dua cara untuk menyatakan jarak tiang, yang pertama adalah dengan menyatakan panjangnya; yang lainnya adalah dengan menyatakannya dalam jumlah slot. Merupakan kebiasaan untuk menyatakannya dalam jumlah slot. Umumnya, jarak tiang adalah τ=Z1/2p.
3. Nada (y)
Jumlah slot inti yang ditempati oleh setiap sisi elemen kumparan belitan motor disebut pitch, juga dikenal sebagai span. Jika jarak nada elemen kumparan sama dengan jarak kutub, maka belitan tersebut merupakan belitan jarak penuh, y=τ; bila tinggi nada elemen kumparan lebih kecil daripada jarak kutub, maka disebut belitan jarak pendek, y<τ; dan bila jarak nada elemen kumparan lebih besar daripada jarak kutub, maka disebut belitan jarak jauh y>τ. Karena belitan jarak pendek memiliki banyak keuntungan seperti ujung yang lebih pendek, bahan kawat elektromagnetik yang lebih sedikit, dan faktor daya yang lebih tinggi, belitan jarak pendek digunakan tanpa kecuali pada belitan lapis ganda yang paling umum digunakan.






